Jumat, 20 Juni 2014

10 ALASAN WANITA ENGGAN MEMAKAI HIJAB


Banyak alasan kenapa wanita enggan berjilbab. Padahal banyak manfaatnya yang bisa kita petik pada saat kita berjilbab atau kita mengenakan jilbab.
Berikut sepuluh alasan mengapa seorang wanita enggan memakai Jilbab :
1. Jilbab tidak menarik.
Jawabnya seorang wanita muslimah harus sudi menerima kebenaran agama Islam, dan tidak mempermasalahkan senang atau tidak senang. Sebab rasa senangnya itu diukur dengan barometer hawa nafsu yang menguasai dirinya.
2. Takut durhaka kepada orang tuanya yang melarangnya berpakaian jilbab.
Jawabnya adalah Rasulullah SAW telah mengatakan agar tidak mematuhi seorang makhluk dalam durhaka kepada-Nya.
3. Tidak bisa membeli pakaian yang banyak memerlukan kain.
Jawabannya, orang yang mengatakan alasan seperti itu adalah karena (pertama) ia benar-benar sangat miskin sehingga tidak mampu membeli pakaian Islami.
Atau (kedua) karena dia cuma alasan saja, sebab ia lebih menyukai pakaian yang bugil sehingga tampak lekuk tubuhnya atau paha mulusnya bisa kelihatan orang.
4. Karena merasa gerah dan panas.
Jawabannya, wanita muslimah di Arab yang udaranya lebih panas saja mampu mengenakan pakaian Islami, mengapa di negara lainnya tidak? Dan orang yang merasa gerah dan panas mengenakan pakaian Islami, mereka tidak menyadari tentang panasnya api neraka bagi orang yang membuka aurat.
Syetan telah menggelincirkan, sehingga mereka terasa bebas dari panasnya dunia, tetapi mengantarkannya kepada panas api neraka.
5. Takut tidak istiqamah.
Mereka melihat contoh wanita muslimah yang kurang baik ‘Buat apa mengenakan jilbab sementara, Cuma pertama saja rajin, nanti juga dilepas’. Jawabannya adalah mereka mengambil sample (contoh) yang tidak cocok, bukan wanita yang ideal (yang istiqamah) menjalankannya. Ia mengatakan hanya untuk menyelamatkan dirinya. Dan ia tidak mau mengenakan jilbab karena takut tidak istiqamah. Kalau saja semua orang berfikir demikian, tentunya mereka akan meninggalkan agama secara keseluruhan. Orang tidak akan shalat sama sekali karena takut tidak istiqamah, begitu pula puasa dan ibadah lainnya.
6. Takut tidak “laku”, jadi selama ia belum menikah, maka ia tidak mengenakan jilbab.
Jawabannya, adalah ucapan itu sebenarnya bukan hal yang sebenarnya. Justru berakibat buruk pada dirinya sendiri. Sesungguhnya pernikahan adalah nikmat dari Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki. Sebagian besar orang sudah meyakini bahwa jodoh di tangan Tuhan. Betapa banyak gadis yang berjlbab dan menutup aurat dalam berbusana tetapi lebih cepat mendapatkan jodoh dibandingkan mereka yang berpakaian seksi. Karena wanita yang menyukai pakaian seksi akan dijadikan permainan bagi laki-laki iseng.
Gadis-gadis berpakaian seksi dipandang sebagai gadis murahan. Sesungguhnya suami-suami yang menyukai wanita-wanita yang berpakaian ‘berani’, setengah bugil atau beneran, membuka aurat dan bermaksiat kepada Allah adalah bukan tipe suami yang baik, yang shalih dan berjiwa besar. Ia tidak punya rasa cemburu sama sekali terhadap larangan-larangan Allah dan tidak dapat memberikan pertolongan kepada isterinya kelak. Jadi jika wanita yang menyukai pakaian seksi atau melepaskan jilbab dengan tujuan mendapatkan jodoh yang baik, maka hal itu sungguh merupakan suatu kebodohan.
7. Menampakkan anugerah tubuh yang indah atau ingin menghargai kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya. 
Jawabnya menghargai atau bersyukur itu dengan porsi yang benar. Bersyukur itu dengan mengahrgai perintah-Nya, yakni menjaga aurat, bukan dengan mengobralnya.
8. Belum mendapat hidayah, jilbab itu ibadah.
Jika Allah memberi hidayah, pasti kami akan mengenakannya.
Jawabnya, Allah menciptakan segala sesuatu itu ada sebab-sebabnya. Misalnya orang yang sakit jika ingin sembuh hendaknya menempuh sebab-sebab bagi kesembuhannya. Adapun sebab yang harus ditempuh adalah berikhtiar dan berobat. Sebab orang kenyang karena makan, dsb. Maka demikian pula orang yang ingin mendapatkan hidayah itu harus menempuh sebab-sebab datangnya hidayah yakni dengan mematuhi perintah-Nya mengenakan jilbab.
9. Belum waktunya.
Sebagian ada yang berkata bahwa mengenakan jilbab itu harus tepat waktunya, misalnya karena masih anak-anak atau masih remaja. Ada yang akan mengenakannya jika sudah tua. Atau jika sudah menunaikan ibadah haji.
Jawabnya adalah alasan mengulur-ulur waktu itu hanyalah sebagai sekedar dalil pembenaran saja. Itu sama artinya dengan orang yang menunda-nunda shalat, menunggu sampai ia berusia tua. Apakah kita tahu kapan kita akan meninggal dunia? Sedangkan mati itu tidak mengenal usia, tua maupun muda.
10. Tidak mau dianggap sebagai orang yang mengikuti golongan tertentu.
Jawabannya, bahwa anggapan ini karena dangkalnya pemahaman terhadap Islam atau karena dibuat-buat untuk menutupi diri agar tidak dituduh melanggar syari’at. Sesungguhnya di dalam Islam itu hanya ada dua golongan, yaitu golongan Hizbullah, golongan yang senantiasa menaati perintah Allah dan golongan Hizbus Syaithan, yakni golongan yang melanggar perintah Allah.

Kamis, 19 Juni 2014

Hadirkan selalu kurma di meja berbuka anda


Manfaat Buah Kurma Untuk Tubuh

Buah Kurma yang Identik dengan Masyarakat Arab ini merupakan buah dari pohon jenis Palma, dalam bahasa arab di kenal dengan nama Tamr dan dalam bahasa Latin buah Kurma memilki nama Latin Phoenix dactylifera, Untuk asal Muasal dari pohon kurma tidak di ketahui secara pasti di mana pohon ini berasal namun banyak yang meyakini jika Pohon Kurma ini berasal dari Tanah sekitaran sungai Efert dan Juga Sungai Nil, Buah Kurma memiliki Kandungan Gula 80% selebihnya mengandung Protein, Lemak, Mineral dan Juga Temaga, Magensium, Besi dan Asam Folat, Buah Kurma Kaya akan Serat, sehingga Nabi Menganjurkan Untuk Mengkonsumsi Buah Kurma ketika akan Berbuka Puasa, Maka dari itu saya mencoba untuk Meberikan Artikel Manfaat Buah Kurma pada kesempatan kali ini untuk teman-teman semua.

Saat ini Buah kurma dapat kita temukan di Super market atau pun di pasar buah yang biasanya menjual buah kurma ini, Jadi Mari sekarang kita melihat 12 Kandungan Buah kurma yang berguna untuk Kesehatan tubuh manusia, silahkan baca di bawah ini.

  1. Kalsium merupakan mineral penting dalam pembentukan tulang dan gigi, dan dibutuhkan oleh tubuh untuk kontraksi otot, penggumpalan darah dan konduksi impuls saraf.
  2. Mangan digunakan oleh tubuh sebagai unsur pendukung untuk enzim antioksidan superoksida dismutase.
  3. Tembaga diperlukan dalam produksi sel darah merah.
  4. Magnesium sangat penting bagi pertumbuhan tulang.
  5. Kurma kaya akan vitamin K dan vitamin B-kompleks, yaitu  piridoksin (vitamin B-6), niacin, asam pantotenat dan riboflavin. Vitamin ini membantu tubuh dalam metabolisme karbohidrat, protein dan lemak. Vitamin K sangat penting dalam pembekuan darah  dan metabolisme tulang.
  6. Kaum Arab Badui, yang makan kurma secara teratur, menunjukkan tingkat kejadian yang sangat rendah dari kanker dan penyakit jantung.
  7. Buah kurma kaya serat yang mencegah penyerapan kolesterol LDL dalam usus. Kandungan serat kurma juga membantu melindungi selaput lendir usus dengan mengurangi paparan dan mengikat bahan kimia yang menyebabkan kanker usus besar.
  8. Sebagai makanan laksatif (laxative food), kurma bermanfaat melancarkan buang air besar dan mencegah konstipasi.
  9. Kurma mengandung antioksidan yang dikenal sebagai tanin. Tanin diketahui bersifat anti-infeksi, anti-inflamasi dan anti-hemoragik.
  10. Kurma adalah sumber vitamin A, yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan sangat penting untuk kesehatan mata. Vitamin A juga diperlukan menjaga kulit tetap sehat. Konsumsi buah-buahan alami yang kaya akan vitamin A  diketahui membantu melindungi dari kanker paru-paru dan rongga mulut.
  11. Kurma merupakan sumber zat besi yang sangat baik. Besi adalah komponen dari hemoglobin di dalam sel darah merah yang menentukan daya dukung oksigen darah.
  12. Kalium dalam kurma adalah komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengendalikan denyut jantung dan tekanan darah, sehingga memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung koroner dan stroke.
Sekarang adalah tepat jika kita Rajin mengkomsumsi buah yang satu ini, karena memiliki kandungan yang mempu memerikan kita Energi sekaligus Kesehatan pada Tubuh kita, Sampai Ketemu lagi di artikel blog Khasiat Tumbuhan ini, Terima Kasih.

Rabu, 18 Juni 2014

Manfaat shalat Tarawih dari Hari pertama sampai Terakhir


Shalat tarawih merupakan salah satu shalat yang sangat di tunggu tunggu umat islam di seluruh dunia dikala menjelang bulan puasa,berbondong-bondong orang ke mesjid di malam bulan puasa salah satunya untuk melaksanakan shalat yang hanya dilakukan sebulan lamanya dan datangnya setahun sekali.

Dari Sayyina ‘Ali bin Abu Thalib ra, ia berkata : “ Nabi Muhammad SAW. Bersabda : ditanya mengenai Fadhilah Shalat Tarawih dalam bulan suci Ramadhan : Lalu Nabi Muhammad SAW menjawab : bahwa urutan shalat tarawih pertama hingga akhir adalah sbb :
Sholat Tarawih 
1. Orang Mukmin diampuni dosanya, bersih seperti bayi lahir dari kandungan ibunya,diawal ramadhan
2. Pada malam kedua ia diampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya ( ibu bapaknya ) yang mukmin.
3. Pada malam ketiga Malaikat memanggil dari bawah ‘Arsy berseruh segeralah kamu beramal, Allah akan mengampuni dosa-dosamu yang terdahulu.
4. Pada malam keempat Diberi pahala sebanyak pahala membaca Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur’an.
5. Pada malam kelima diberi pahala sebanyak pahala Shalat dimasjil Haram,Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.
6. Diberi pahala sebanyak pahala thawaf dibaitul Makmur setiap batu-batuan dan tanah liat beristighfar untuknya.
7. Seolah-olah bertemu nabi Musa berjuang bersama melawan Fir’aun dan Haman.
8. Diberi segala yang telah diterima Nabi Ibrahim as.
9. Seolah-olah ia beribadah yang dikerjakan oleh Nabi Muhammad SAW.
10. Allah memberinya kebaikan Dunia dan Akhirat.
11. Ia bakal meninggal Dunia bersih dari segala dosa seperti baru lahir dari kandungan ibunya.
12. Kelak wajahnya bercahaya seperti bulan Purnama.
13. Kelak dihari kiamat aman dari segala kejahatan.
14. Dibebaskan dari hisab, dan para malaikat memberi kesaksian atas ibadah shalat tarawih
15. Segenap para malaikat yang berada di ‘Arsy dan kursi bersalawat kepadanya.
16. Dibebaskan dari siksa neraka dan bebas pula memilih pintu sorga yang ia inginkan.
17. Diberi pahala seperti yang diterima para seluruh Nabi
18. Malaikat memanggilnya Ya Hamba Allah Engkau dan kedua Orang tuamu ( bapak ibumu telah diridhai oleh Allah SWT.
19. Derajatnya ditinggikan di sorga Firdaus.
20. Diberi pahala seperti pahala para Syuhadah dan shalihin.
21. Dibangunkan sebuah Nur didalam surga.
22. Kelak dihari kiamat aman dari bencana yang menyedihkan dan menggelisahkan.
23. Dibangunkan sebuah kota disorga
24. Do’a yang dipanjatkan sebanyak 24 do’a dikabulkan.
25. Dibebaskan dari siksa kubur.
26. Dan Pahala baginya ditingkatkan selama 40 tahun.
27. Melintasi jembatan syirat bagaikan kilat menyambar.
28. Ditinggikan derajatnya 1000 tingkat disorga.
29. Diberi pahala padanya sebanyak pahala 1000 haji Mabrur.
30. Diseru Allah dengan Firmannya : Ya HambaKu silahkan makan buah-buahan surga, silahkan mandi air Salsabil, dan minumlah dari telaga Kautsar, Akulah Tuhanmu dan kamu adalah Hambaku ( Majalis )

Sosok Pemimpin yang Ideal


Berbicara masalah pemimpin tentu dalam benak kita timbul sebuah pertanyaan mengenai sosok pemimpin yang ideal untuk memimpin suatu daerah atau negara. Hal ini tentu sangat penting untuk kita ketahui agar kedepannya kita tidak melakukan kesalahan dalam memilih figur pemimpin di masa yang akan datang. Apalagi menjelang pemilihan kepala daerah, mak. pengetahuan mengenai sosok yang layak memimpin umat harus dimiliki oleh masyarakat yang akan dipimpin. Lalu bagaimanakah sosok pemimpin yang menjadi dambaan ummat tersebut ? Penulis akan mengulas hal tersebut secara garis besar agar dapat menjadi pedoman bagi kita dalam memilih pemimpin suatu daerah atau negara.
Sosok pemimpin yang ideal tentunya sangat erat kaitannya dengan figur Rasulullah SAW. Beliau merupakan pemimpin agama dan juga pemimpin negara. Rasulullah merupakan suri tauladan bagi semua orang, tidak hanya umat Islam saja tetapi juga seluruh manusia di bumi ini karena dalam diri beliau tersimpan kebaikan, kebaikan, dan kebaikan. Hal tersebut juga telah dijelaskan Allah dalam al-Quran surah Al-Ahzab : 21. Rasulullah SAW sebagai pemimpin umat telah memberikan contoh keteladanan dalam membimbing umat ke jalan yang mensejahterakan umat secara lahir dan bathin. Beliau tidak hanya memimpin agama saja, tetapi beliau adalah sosok yang patut diteladani dalam memimpin sebuah negara.
Oleh karena itu dalam memilih sosok pemimpin yang ideal harus berkaca pada model kepemimpinan Rasulullah. Sebagai pemimpin yang ideal dan penuh dengan keteladanan, Rasulullah telah dikaruniai 4 (empat) sifat utama yaitu : Shiddiq, Tabligh, Amanah, dan Fathonah. Keempat sifat tersebut tentu menjadi dasar atau kriteria seorang pemimpin yang ideal sesuai dengan sifat Rasulullah SAW.

Pertama, Shiddiq artinya jujur. Kejujuran adalah syarat mutlak untuk menjadi seorang pemimpin. Pemimpin yang jujur maka akan jauh dari sifat dusta dalam kepemimpinannya. Masyarakat akan selalu mempercayai setiap apa yang menjadi kebijakan untuk mensejahterakan rakyatnya. Pemimpin yang memiliki sifat jujur juga akan lebih dicintai oleh rakyatnya karena janji-janji yang diucapkannya pada saat kampaye tidak sekedar “silat lidah” semata. Sebaliknya seorang pemimpin yang dusta dan hanya mengumbar janji demi kekuasaan pasti akan dibenci oleh rakyatnya. Kejujuran seorang pemimpin dapat kita nilai dari perkataan dan sikapnya.karena perkataan seorang pemimpin merupakan cerminan dari hatinya.
Kedua, Tabligh artinya menyampaikan atau komunikatif. Seorang pemimpin harus mempunyai sifat terbuka kepada seluruh masyarakatnya. Apa yang telah menjadi kebijakannya harus disampaikan kepada rakyatnya. Selain itu, seorang pemimpin juga mempunyai kewajiban untuk menyampaikan yang benar dan yang salah agar masyarakatnya tidak terjerumus kedalam jurang kenistaan. Sosok pemimpin yang mempunyai sifat tabligh adalah mereka berani menyatakan kebenaran meskipun mempunyai resiko atau konsekuensi yang berat. Seorang pemimpin juga harus selalu menjalin komunikasi yang harmonis dengan rakyatnya agar tidak terjadi kesalahfahaman terhadap apa yang telah menjadi kebijakan seorang pemimpin.
Ketiga, Amanah artinya terpercaya. Amanah juga merupakan sifat wajib yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Dengan memiliki sifat amanah, maka pemimpin akan senantiasa menjaga kepercayaan masyarakat yang telah diserahkan diatas pundaknya. Bangsa kita kini mengalami krisis pemimpin yang amanah. Hal itu terbukti dengan banyaknya pemimpin kita yang berbondong-bondong masuk penjara karena terjerat kasus korupsi. Jabatan yang disandangnya telah disalahgunakan yaitu dengan memanfaatkan jabatan mereka sebagai alat untuk menumpuk kekayaan. Mereka tidak lain adalah seorang perampok yang berdasi dengan cara menghianati kepercayaan rakyatnya. Oleh karena itu pemimpin yang amanah adalah pemimpin yang bertanggung jawab yaitu melaksanakan tugas dengan lebih berorientasi kepada ketuntasan dan kesempurnaan.
Keempat, Fathonah artinya cerdas. Seorang pemimpin seyogyanya hatus memiliki kecerdasaran di atas rata-rata masyarakatnya. Hal ini dimaksudkan agar pemimpin tersebut memiliki rasa percaya diri untuk memimpin rakyatnya. Kecerdasan merupakan modal utama untuk menjadi seorang pemimpin. Karena hal itu akan membantunya dalam memecahkan persoalan yang dihadapi oleh masyarakatnya. Kecerdasan atau ilmu yang dimiliki oleh seorang pemimpin itu ibarat bahan bakar yang digunakan untuk menjalankan roda kepemimpinannya.
Oleh karena itu, mencari sosok pemimpin yang ideal memang bukan pekerjaan yang mudah atau instan, tetapi kita harus bekerja keras untuk selalu melahirkan sosok pemimpin yang ideal tersebut agar negara kita tidak kekurangan stok pemimpin yang sesuai dengan karateristik kepemimpinan Rasulullah SAW. Maka harus dilakukan pembinaan sejak dini tentu dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Semoga kita mendapatkan sosok pemimpin yang agamawan sekaligus negarawan menuju kehidupan masyarakat yang madani.

Seorang Pemuda Yang Hatinya Terpaut dgn Masjid



Daripada Abi Hurairah. r. a bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasalam bersabda: Ada tujuh golongan yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindunganNya, yaitu, Imam (pemimpin) yang adil, Pemuda yang taat kepada Allah, Lelaki yang terpaut hatinya dengan masjid, Dua orang yang saling kasih-mengasihi karena Allah, Lelaki yang diajak oleh wanita yang mempunyai kedudukan dan cantik, lalu ia berkata: “Aku takut kepada Allah”, Orang yang bersedekah secara sembunyi sehingga tidak mengetahui tangan kirinya apa yang diberi oleh tangan kanannya, Orang yang bermunajat kepada Allah sambil menggelinangkan airmatanya. [Hadis Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim]
Dari hadist diatas disebutkan bahwa, orang yang akan langsung mendapat perlindungan langsung dari Allah yaitu " pemuda yang taat kepada Allah". Kenapa anak muda? dan kenapa bukan orang tua? Apakah kalo orang tua yang rajin ibadah, Allah nggak seneng? Iya pasti seneng . Tapi Allah akan lebih seneng kalau ada anak muda yang rajin ibadah. Ini karena kalau ada orang tua yang rajin ibadah mah itu udah pantes kali'. Emang udah waktunya. Bayangin ajah, ada orang yang sholatnya rajin, ke masjid tiap hari, sholat selalu tepat waktu, malam harinya selalu sholat tahajud, dzikirnya juga mantab, pas ditanya, umurnya berapa? 70 tahun. Nggak istimewa, itu memang sudah seharusnya. Lagian kalo udah 70 tahun tapi masih bandel, masih dugem, ngedrugs, ato gaul yah... itu mah namanya nggak sadar diri dunk, kapan mau tobat coba?. 
Nah akan sangat beda saat hal itu kejadian sama anak muda. Soalnya anak muda kan darahnya masih panas, semangatnya masih membara, dia masih mencari proses jati dirinya, dan logikanya pun masih sangat labil. Tapi disisi lain, dia sanggup memblokir nafsu dan keinginan duniawinya, dan menyalurkan semangatnya yang masih sangat hidup untuk hanya berada di jalan allah. Maka Allah akan sangat mencintai pemuda seperti itu. Sehingga nanti di akherat mereka langsung mendapat perlindungan dari Allah subhanahu wataala. Pren, Semoga kita semua termasuk dalam golongan itu y. So, kenapa nggak sekarang ajah kita mulai benahin diri, mumpung masih nafas kan?Daripada Abi Hurairah. r. a bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasalam bersabda: Ada tujuh golongan yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindunganNya, yaitu, Imam (pemimpin) yang adil, Pemuda yang taat kepada Allah, Lelaki yang terpaut hatinya dengan masjid, Dua orang yang saling kasih-mengasihi karena Allah, Lelaki yang diajak oleh wanita yang mempunyai kedudukan dan cantik, lalu ia berkata: “Aku takut kepada Allah”, Orang yang bersedekah secara sembunyi sehingga tidak mengetahui tangan kirinya apa yang diberi oleh tangan kanannya, Orang yang bermunajat kepada Allah sambil menggelinangkan airmatanya. [Hadis Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim]
Dari hadist diatas disebutkan bahwa, orang yang akan langsung mendapat perlindungan langsung dari Allah, salah satunya yaitu " pemuda yang taat kepada Allah". Kenapa anak muda? dan kenapa bukan orang tua? Apakah kalo orang tua yang rajin ibadah, Allah nggak seneng? Iya pasti seneng . Tapi Allah akan lebih seneng kalau ada anak muda yang rajin ibadah. Ini karena kalau ada orang tua yang rajin ibadah mah itu udah pantes kali'. Emang udah waktunya. Bayangin ajah, ada orang yang sholatnya rajin, ke masjid tiap hari, sholat selalu tepat waktu, malam harinya selalu sholat tahajud, dzikirnya juga mantab, pas ditanya, umurnya berapa? 70 tahun.. hmm...nggak istimewa, itu memang sudah seharusnya. Lagian kalo udah 70 tahun tapi masih bandel, masih dugem, ngedrugs, ato gaul yah... itu mah namanya nggak sadar diri dunk, kapan mau tobat coba?. 
Nah akan sangat beda saat hal itu kejadian sama anak muda. Soalnya anak muda kan darahnya masih panas, semangatnya masih membara, dia masih mencari proses jati dirinya, dan logikanya pun masih sangat labil. Tapi disisi lain, dia sanggup memblokir nafsu dan keinginan duniawinya, dan menyalurkan semangatnya yang masih sangat hidup untuk hanya berada di jalan allah. Maka Allah akan sangat mencintai pemuda seperti itu. Sehingga nanti di akherat mereka langsung mendapat perlindungan dari Allah subhanahu wataala. Pren, Semoga kita semua termasuk dalam golongan itu y. So, kenapa nggak sekarang ajah kita mulai benahin diri, mumpung masih nafas kan?
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2012/01/24/17520/pemuda-yang-mendapat-perlindungan-allah-di-hari-kiamat/#sthash.TGaXC7HR.dpuf

Indahnya Puasa Senin Kamis


Puasa adalah amalan yang sangat utama. Dengan puasa seseorang akan terlepas dari berbagai godaan syahwat di dunia dan terlepas dari siksa neraka di akhirat. Puasa pun ada yang diwajibkan dan ada yang disunnahkan. Setelah kita menunaikan yang wajib, maka alangkah bagusnya kita bisa menyempurnakannya dengan amalan yang sunnah. Ketahuilah bahwa puasa sunnah nantinya akan menambal kekurangan yang ada pada puasa wajib. Oleh karena itu, amalan sunnah sudah sepantasnya tidak diremehkan.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”” (HR. Muslim no. 1151)

Dalam riwayat lain dikatakan,
قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى
“Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Setiap amalan manusia adalah untuknya kecuali puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku”.” (HR. Bukhari no. 1904)

Dalam riwayat Ahmad dikatakan,
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ كُلُّ الْعَمَلِ كَفَّارَةٌ إِلاَّ الصَّوْمَ وَالصَّوْمُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ
“Allah ‘azza wa jalla berfirman (yang artinya), “Setiap amalan adalah sebagai kafaroh/tebusan kecuali amalan puasa. Amalan puasa adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya”.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

Di antara ganjaran berpuasa sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

1. Pahala yang tak terhingga bagi orang yang berpuasa
2. Amalan puasa khusus untuk Allah
3. Sebab pahala puasa, seseorang memasuki surga
4. Dua kebahagiaan yang diraih orang yang berpuasa yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya.
5. Bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih harum daripada bau minyak kasturi.


Berpuasa mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan, dan semua ini makin terbukti secara ilmiah. Bahkan para peneliti menyarankan bahwa ada baiknya mulai kembali berpuasa karena terbukti puasa dua hari dalam satu pekan sangat bermanfaat untuk kesehatan hormon dan perubahan metabolisme.

Saat ini ada bukti kuat bahwa berpuasa dua hari sangat baik. Puasa yang dimaksud di sini adalah mengonsumsi makanan hanya sekitar 500-800 kalori. Bandingkan dengan asupan harian sekitar 2.000 kalori untuk perempuan dan 2.500 kalori untuk pria.

Asupan itu bisa menurunkan tingkat pertumbuhan hormon yang terkait dengan kanker dan diabetes. Tak ketinggalan juga, mengurangi kolesterol buruk LDL dan lemak dalam darah.

Sedangkan radikal bebas juga menurun. Dari hasil penelitian ini juga terbukti bahwa tingkat peradangan dapat berkurang. Bahkan, disebutkan pula berpuasa dapat melindungi otak. Maka, risiko penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson pun bisa dikurangi.

Menurut seorang dokter ahli asal Rusia, dr. Yuri Nikolayev, bahwa puasa sebagai penemuan terbesar dalam bidang kesehatan. Menurutnya, puasa mampu membuat seseorang menjadi awet muda dan sehat secara fisik, mental, dan spiritual.

Berikut merupakan daftar beberapa manfaat puasa Senin Kamis.
a. Peremajaan sel kulit
b. Mengencangkan kulit
c. Detoksifikasi racun dalam tubuh
d. Memberi waktu istirahat untuk organ pencernaan
e. Menurunkan tekanan darah
f. Menurunkan kadar lemak (kolesterol)
g. Menghambat proses penuaan (awet muda)
h. Memperindah dan mempercantik kaum wanita secara alami
i. Menenangkan jiwa dan perasaan
j. Mampu mengendalikan nafsu seks dengan lebih baik
k. Memacu jiwa empati terhadap sesama
l. Menimbulkan rasa solidaritas terhadap kaum miskin

Namun dalam melaksanakan puasa hendaknya dilakukanlah dengan  ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi

Oleh sebab itu, agar ibadah diterima di sisi Allah, haruslah terpenuhi dua syarat, yaitu:

1. Ikhlas karena Allah.
2. Mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (ittiba’).

Selasa, 17 Juni 2014

Saya Bangga Menjadi Lulusan Pesantren.


Saya Bangga Menjadi Lulusan Pesantren.

Saya mau berbagi cerita sedikit tentang pandangan orang terhadap Pesantren,,

Setiap ada yang berkata pesantren,, apakah yang ada di benak anda? kunokumuh?ketinggalan jamanMau jadi apaBisanya ngaji doangAnak buanganPenuh anak2 bermasalah dan nakal???
Mungkin kata-kata tersebut sempat mampir di benak anda, bahkan ayah saya sendiri pun dahulu berfikir seperti itu.

Sewaktu saya tes TOEFL di Gedung Graha Sabha Pramana, UGM, ibu saya sempat mengobrol dengan salah satu orang tua mahasiswa di sana :

Orang tua Mhs (OTM) : Ibu, anaknya lagi tes?
Ibu saya (IS) : Iya,,
OTM : Asalnya mana?
IS      : Bekasi Bu,
OTM : Oh,, SMA nya mana Bu? SMA 1 ya?
IS      : Bukan, anak saya sekolah di Depok
OTM : Loh kok jauh?
IS       : Iya, anak saya sekolah di pesantren
OTM : Ah, masa sih bu? pasti sekolah umumnya pisah ya sama pesantrennya?
IS       : Nggak ko, pesantrennya jadi satu sama sekolahnya,,
OTM : Ah, anak pesantren mana mungkin  bisa masuk UGM
IS       : (sambil nahan dongkol) tapi anak saya masuk tuh Bu,, *trus ninggalin ibu2 itu,,

See? oke, lanjut ke cerita selanjutnya. Cerita ini berasal dari adik kelas saya Fariz yang sekarang masih kuliah di Teknik Arsitektur UGM. Kepala sekolah saya, memberikan nomor telpon Faris kepada salah satu calon orang tua santri. Orang tua santri tersebut tidak percaya ketika kepala sekolah kami mengatakan bahwa alumni kami ada yang masuk UGM. Kira-kira percakapannya begini :

Ortu : Assalamu'alaikum, ini Faris?
Faris : Wa'alaikum salam, Iya pak,
Ortu : Faris, saya yang kemarin ngobrol sama Pak Zarkasyi (kepsek) mau tanya tentang pesantren kamu
Faris : Oh iya Pak, bagaimana?
Ortu : Kamu sekarang kuliah di UGM?
Faris : Iya Pak
Ortu : jurusan apa?
Faris : Teknik arsitektur
Ortu : masuk UGM nya lewat jalur apa?
Faris : UM-UGM Pak (ujian masuk)
Ortu : Itu kamu ngerjain sendiri? *doeeeeennnnkkkkkkkkkkk,,,,,

-- ini nih,, maksud bapaknya pake Joki atau Nyogok !!
Yah, begitulah,, seakan-akan anak lulusan pesantren itu BODOH, BUANGAN, BISANYA NGAJI DOANG, NGGAK MUNGKIN MASUK UNIV. NEGRI,, de el el.. *curcol kegondokan 

Sekarang ini, sudah banyak kok pondok pesantren modern. Lagipula, ajaran agama Islam itu mendahulukan "keseimbangan dunia dan akhirat". Nabi SAW juga tidak menginginkan kita untuk mementingkan akhirat saja. Ajaran Islam tidak melarang umatnya untuk belajar matematika, sains, social. Jadi, jangan anggap anak lulusan pesantren itu bisanya ngaji doang.

"Hablum minallaah wa Hablum minannaas"

Saatnya kita berfikiran terbuka, jangan lihat dari sampul saja, cobalah masuk ke dalam, nanti akan ketemu saya,, *loh?? 

n/b : Buat Faris maaf kalo ada salah kata buat ceritanya,, heeheee,,

Writed by: Thonie Ramadhan EL-gayowi

Penjara Suci (Pesantren)


Writed by: Thonie Ramadhan EL-gayowi
“Penjara suci”. Begitulah ungkapan yang digunakan untuk mengistilahkan suatu komunitas yang di dalamnya memiliki lingkungan, aktifitas, dan sistem yang sangat berbeda dengan kehidupan pada biasanya. Ungkapan lumrahnya, “pesantren”.
Disebut penjara karena seseorang yang berada di dalamnya tidak boleh keluar kecuali ketika hari-hari libur, atau karena ada kebutuhan mendesak dan itu pun harus ada izin dari seorang pimpinannya. Jika keluar tanpa izin maka akan dianggap kabur dan akan disangsi, sebagaimana aturan penjara yang sebenarnya. Disebuat suci karena seseorang yang masuk di dalamnya yang awalanya tidak tahu agama menjadi tahu agama, yang awalnya kurang baik akan menjadi baik, dan mungkin awalnya tidak baik akan menjadi baik. Begitulah komunitas yang pada lumrahnya disebut pesantren. Seseorang yang masuk di dalam disebut santri.
Sebagaimana yang tertera di atas, bahwa pesantren memiliki lingkungan, aktiftas, dan sistem yang berbeda dengan kehidupan pada biasanya. Dari sisi lingkungan, kehidupan pesantren memang sangat berbeda. Semisal dari penampilannya, semua orang yang berada di dalamnya, setiap hari dan malamnya tidak lepas dari sarung, peci, baju muslim atau jubah. Dari sisi pergaulannya, santri tidak banyak berintraksi dengan banyak orang, kecuali teman-temannya yang juga ada di dalamnya. Masih banyak dari sisi lingkungan lainnya.
Dari sisi aktifitasnya, santri diwajibkan mengikuti pengajian al-Qur’an atau pun kitab kuning, shalat berjama’ah, shalat malam. Selain itu, ada nasehat yang secara rutin disampaikan oleh pimpinannya, atau yang biasa disebut “kiai”. Nasehat utama yang sering disampaikan adalah harus mengaji dan berakhlakul karimah. Berbagai aktifitas yang kesemuanya itu bertujuan untuk melahirkan seorang kader yang soleh. Sehingga dengan tujuan itu, komunitas ini disebutlah “penjara suci.
Memang, pesantren merupakan lembaga yang mengupayakan tidak hanya cerdas intlektual dan emosional, bahkan tujuan utamanya adalah cerdas spiritual. Oleh sebab itu, santri harus memiliki ilmu (agama) dan mengamalkannya, harus memiliki prilaku yang baik yang bisa dicontoh oleh orang lain, dan harus memiliki keistiqamahan dalam beribadah. Dengan tujuan itu, diharapkan santri yang sudah keluar dari pesantren atau menjadi alumni harus menjadi orang yang baik dalam segala hal, sehingga orang-orang di luar pesantren meyakini bahwa psantren memang penjara suci.
Paradigma Masyarakat Tentang Alumni Pesantren
Seseorang yang sudah keluar dari pesantren disebut alumni pesantren. Tentu, seseorang yang sudah pernah berada di pesantren lalu keluar, akan memiliki nilai khusus dari masyarakat. Setiap ucap dan sikapnya tidak lepas dari penilaian masyarakat. Dari itu, jika ada ucap dan sikap yang keliru, akan menjadi masalah bagi masyarakat. Semisal ada komentar, “Padahal si A itu alumni pesantren, tapi sikapnya kok seperti itu”. Berbeda seseorang yang tidak pernah masuk pesantren, jika ada kekeliruan dari sikapnya, paling masyarakat berkomentar begini, “Biasalah dia begitu, kan bukan alumni pesantren”.
Begitulah masyarakat menilai seorang alumni pesantren. Bagi mereka, alumni pesantren merupakan seseorang yang harus memiliki karakter yang baik, sehingga ucap dan sikapnya pun memancarkan kemuliaan. Namun, penilaian yang menurut mereka baik, lebih banyak didasarkan pada hal-hal yang tampak saja. Sehingga, alumni pesantren yang memiliki nilai kebaikan yang mulia namun tidak tampak, oleh masyarakat tidak dipandang sebagai alumni pesantren yang baik atau sukses.
Contoh penilaian masyarakat yang didasarkan pada hal-hal yang tampak adalah alumni pesantren yang menjadi tokoh masyarakat, seperti kiai yang memiliki pesantren, ustadz yang mengisi ceramah di mana-mana, guru atau dosen PNS, DPR, Bupati, Gubenur dan lain sebagainya.
Alumni yang menjadi orang seperti di atas, itulah menurut masyarakat alumni pesantren yang baik dan sukses. Jika kita pahami hal ini, sepertinya kebaikan dan kesuksesan seorang alumni pesantren diukur dari status sosial, pangkat, dan kedudukan. Sementara alumnsi pesantren yang tidak menjadi orang tersebut, dianggap sebagai alumni yang tidak baik dan tidak sukses. Penilain ini sungguh naïf.
Ada lagi penilaian masyarakat yang sungguh sangat tidak pantas, yaitu penilaian yang diukur dari material atau harta. Jadi alumni yang memiliki pekerjaan atau bisnis yang menghasilkan uang banyak dan membuat dia akaya, itulah alumni pesantren yang baik dan sukses, bahkan ada yang beranggapan itu barokah. Sepertinya barokah diduga sesuatu yang berbentuk uang. Sementara alumni pesantren yang hidupnya serba kekurangan dianggap alumni yang tidak sukses dan tidak memiliki barokah. Ini merupakan paradigma yang konyol.
Bukti penilaian itu biasanya kita sering dengar dari pembicaraan masyarakat. Semisal, “Si A itu sekarang menjadi Kiai. Itu baru alumni pesantren yang sukses”, “Setelah si A keluar dari pesantren dapat tiga minggu sudah diundang ceramah ke mana-mana. Dia memang alumni pesantren yang sukses”, “Si A itu sudah jadi PNS. Itu barokah dari pondoknya”, “Sekarang si A itu sudah jadi DPR, sukses dia ya”, dan masih banyak pembicaraan lainnya tentang alumni pesantren yang dinilai dari hal-hal yang tampak seperti itu.
Jika alumni pesantren yang suskses dinilai dari hal-hal di atas, maka alumni yang tidak menjadi orang-orang tersebut dianggap tidak sukses. Itu merupakan paradigma yang harus dilruskan. Sebab, banyak alumni yang sebenarnya sukses, namun kesuksesan itu tidak termasuk pada penilaian hal-hal yang tampak.
Sebenarnya, untuk mengetahui kebaikan dan kesuksesan alumni pesantren dilihat sejauh mana dia tetap istiqamah dalam ibadah, memiliki akhlakul karimah, dan memberi manfaat kepada orang lain. terserah dia mau jadi apa atau siapa. Menjadi kiai atau ustadz tapi tidak memberi manfaat yang jelas, tidak bisa dikatakan alumni yang baik dan sukses. Bisa saja dia menjadi kiai karena ingin memiliki status social, bisa saja dia yang menjadi ustadz yang diundang ke mana-mana, ternyata isi ceramahnya hanya sekedar kata-katanya saja, tidak menjadi kelakuan diri sendiri. Apalagi hanya sekedar menjadi PNS dan DPR.
Oleh sebab itu, masyarakat harus cerdas menilai alumni pesantren. Jangan sampai menilai alumni dari sisi status social, kedudukan, pangkat, apalagi dari sisi material. Pesantren sama sekali tidak memiliki tujuan seperti itu. Pesantren bertujuan mengkader seseorang menjadi hamba yang soleh. Tentu hamba yang soleh selalu istiqamah dalam ibadah, berakhlakul karimah, dan bisa memberi manfaat kepada orang lain.
Ada paradigma lagi dari masyarakat, yaitu alumni pesantren yg tidak menjadi apa-apa (semisal menjadi pengangguran) atau bahkan menjadi sampah masyarakat (semisal menjadi pencuri, perampok, pecandu narkoba, koruptor dll). Ketika itu semua terjadi, oleh masyarakat yg dianggap salah adalah pondoknya. Hal itu biasa kita denger dari omongan masyarakat. Semisal, itu si A mondok di pesantren ….. tidak menjadi apa-apa”, Itu si B mondok di pesantren….. suka keluyuran terus dan jarang solat”, “Itu si Cmenjadi maling padahal sudah mondok bertahun-tahun”.
Dari komentar tersebut, seolah yang dianggap salah itu pesantrennya. Itu paradigama yg keliru juga. Karena tidak ada pesantren yang mengkadar santrinya untuk menjadi pengangguran, maling, tukang keluyuran, pemabuk dan lain sebagainya. Sebagaimana telah dijelaskan, bahwa tujuan pesantren itu untuk mengkader seseorang menjadi baik dan soleh.
Lalu kenapa ada alumni yang menjadi pemabuk, maling, pecandu, dan sebagainya? Itu dimungkinkan ada kesalahan dari pihak orang tua, bisa saja uang yang dikirim kepada anaknya ketika di pesantren bukan uang halal. Atau, anaknya sendiri ketika berada di pesantren tidak mengikuti apa-apa yang seharusnya dilakukan di pesantren. Dan jika uang yang dikirim halal dan anaknya sudah mengikuti semua yang diwajibkan di pesantren ternyata setelah pulang menjadi orang yang tidak baik, berarti kita harus kembali pada Allah, bahwa kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan Allah yang menentukan dari semua usaha kita.
- See more at: http://cyberdakwah.com/2013/04/meluruskan-paradigma-masyarakat-tentang-alumni-pesantren/#sthash.xjGi8jOM.dpuf

Makna dan arti cinta sejati yang sesungguhnya



Writed by: Thonie Ramadhan EL-gayowi

Teman-teman….apa itu cinta? Sebuah kata yang sangat fenomenal tidak hanya dari segi rasa, namun  mencakup segala aspek kehidupan. Banyak orang mengagung-agungkan cinta dan mungkin ada diantara temen-temen pembaca salah satunya. 

Bahkan ada yang rela mati karna cinta! Seperti kisah dramatis antara Romeo dan Juliet. Banyak yang mengatakan bahwa cinta tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata namun hanya bisa dirasakan. Tapi faktanya, kenapa banyak orang berteori tentang cinta? Dan juga mengapa banyak orang belajar bagaimana mengungkapkan cinta. 

Nah temen-temen..pernahkah terlintas dalam hati sebuah pertanyaan “apakah ini yang dinamakan cinta?”. 

 Hadirnya cinta atau banyak pula orang yang menyebutnya dengan istilah “virus merah jambu”, seringkali membuat hati menjadi galau. Antara bahagia, senang, sehingga hati bak berbunga-bunga membuat bibir ini kerap tersenyum. Ada pula yang merasa bingung dibuatnya. Bahkan ya temen-temen, ada yang kerap kali merasa sedih ketika “virus ini” tak bisa ia ungkapkan tentang apa yang sedang hatinya rasakan. Nah loh…..? 

Yah…benar sekali, karna cinta tak dapat terlihat fisiknya bak angin, tak dapat tercium aromanya seperti bunga di taman , tak dapat kita dengar  tapi kita bisa menyentuhnya…memilikinya dengan hati kita! 

Yah..hati kita tempat cinta itu bersemayam, bak angin datang kita dapat merasakan hadirnya cinta, merasakan  keindahan melebihi keindahan taman bunga. Cinta mampu membuat hidup penuh warna, penuh kasihsayang, pengertian, kelembutan, kebahagiaan, mampu membangkitkan gairah hidup dalam semangat pencapaian puncak kepuasan hati itu sendiri. Cinta yang baik akan membawa kita ke kehidupan penuh kebahagiaan, namun cinta yang buruk akan berdampak buruk pula terhadap hati maupun kehidupan kita.

Cinta itu sederhana. Cukup kita rasakan dan merealisasikan dengan benar dalam kehidupan kita. Berikan cinta teruntuk orang-orang disekeliling kita, teruntuk mereka yang kita sayangi. Setujuuu???

 Arti Cinta Sejati  


Apakah temen-temen yakin bahwa cinta kalian sejati? Seperti apa dan bagaimana cinta itu?

Cinta sejati muncul seiring berjalannya waktu yang mereka lewati bersama dalam suka dan duka.Karna cinta sejati tak dapat diukur hanya dengan sebuah ungkapan sayang.Cinta sejati tak akan disebut sebagai cinta sejati kecuali kita sendiri yang mensejatikan cinta itu sendiri.

Cinta tak dapat dikatakan sejati hanya dengan terjadinya sebuah pernikahan, namun seberapa kuat pertahanan cinta mereka dalam ikatan pernikahan dengan menjaga, saling berkasihsayang, pengertian, sampai akhir hayat mereka.

Cinta sejati tak dapat diungkapkan dengan kata-kata, namun bisa kita rasakan kekuatan cinta itu sendiri yang mampu menjadi benteng kokoh dalam sebuah jalinan asmara.

Cinta sejati mengerti apa-apa yang tak bisa dikatakan, mendengar apa yang tak bisa diucapkan.

Cinta sejati tak hanya akan tersenyum ketika berjumpa, namun ia akan terharu hingga tak terasa menitikkan air mata kebahagiaan.

Cinta sejati rela berkorban untuk kebahagiaan pujaan hatinya, namun ia akan tetap tersenyum untuknya  meski hatinya hancur berkeping-keping.

Cinta sejati  memiliki hati yang bijak tak hanya otak cerdas, ia tidak hanya mencintai pasangannya namun juga menghormatinya .

Cinta sejati  tak hanya menghibur pasangannya dikala sedih namun juga  menangis dalam do’a untuknya.

Cinta sejati tak akan pernah pergi , karna ia senantiasa besemayam dihati. Menjaga segenap perasaan cinta yang telah dipercayakan padanya.

Cinta sejati sama halnya sepasang sepatu, meski berbeda kanan-kiri mereka akan tetap berjalan satu tujuan (kebahagiaan). Jika hilang salah satu dari mereka…maka tak adalah arti dari ia yang tinggal sebelah saja(sendiri).

Cinta sejati tidak akan memandang kekurangan pasangannya sebagai kelemahan, keburukan  tetapi sebagai sebuah keindahan.

Cinta sejatimu ada di hatimu, ada dalam jiwamu, ada di setiap nafasmu dan  ada di dalam cinta itu sendiri, lantas kepada siapa kau akan persembahkan cinta sejatimu ?
- See more at: http://cinta009.blogspot.com/2013/07/makna-arti-cinta-sejati-yang-sesungguhnya.html#sthash.6mKvZBJK.dpuf

KONSEP ISLAM DALAM MEMILIH PEMIMPIN


Para calon pemimpin, baik yang akan mempamirkan diri sebagai pemimpin terbaik yang layak dipilih masyarakat untuk membawa, agama, bangsa dan negara maju dan makmur di masa depan. Bagaimanakah Islam memandang tentang Pemimpin dan Kepemimpinan, serta seperti apakah pemimpin yang baik itu?
Pemimpin Dalam Pandangan Islam
Pada prinsipnya menurut Islam setiap orang adalah pemimpin. Ini sejalan dengan fungsi dan peranan manusia di muka bumi sebagai khalifahtullah, yang diberi tugas untuk setiasa mengabdi dan beribadah kepada- Nya.
Allah berfirman:
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerosakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui". (Al-Baqarah: 30)
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (Adz-Dzaariyaat: 56)
Rasulullah SAW. bersabda:
Dari Abdullah bin Umar RA. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:“Masing-masing kamu adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya. Seorang amir (Presiden) yang memimpin masyarakat adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggung jawaban kepemimpinannya atas mereka.Seorang laki-laki (suami) adalah pemimpin atas ahli (keluarga) di rumahnya, dia akan dimintai pertanggung jawaban kepemimpinannya atas mereka. Seorang perempuan(isteri) adalah pemimpin atas rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, dia akan dimintai pertanggung jawabkan kepemimpinannya atas mereka. Seorang hamba adalah pemimpin atas harta tuannya, dia akan dimintai pertanggung jawabkan kepemimpinannya atas harta itu. Ketahuailah masing-masing kamu adalah pemimpin dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggung jawabkan kepemimpinan atas yang dipimpinnya”. (HR.Bukhari)
Dalam implementasinya, pemimpin terbagi dua:
Pertama, pemimpin yang dapat memimpin sesuai dengan apa yang diamanatkan Allah dan Rasul-Nya dan
Kedua, pemimpin yang bertanggung jawab atas amanat Allah dan Rasul-Nya.
Firman Allah:
Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah, Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka menyakini ayat-ayat Kami. (As-Sajdah: 24)
Dan Kami jadikan mereka (Firaun dan bala tentaranya) pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.(Al-Qashash: 41)
Kriteria Pemimpin Dalam Islam
Banyak sekali ayat al-Qur’an dan Hadis menyebutkan bagaimana hendaknya setiap orang yang Nabi katakan sebagai pemimpin baik bagi diri dan keluarganya, dan terlebih mereka yang menyatakan diri siap sebagai pemimpin bagi masyarakat, bersikap dan berperilaku dalam kehidupan mereka sehari-hari, di antaranya adalah:
1.Mengajak Bertaqwa Kepada Allah
“Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah.” (Al-Anbiya’: 73)
“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (As-Sajdah: 24)
2.Adil Kepada Semua Orang Dan Tidak Pandang Bulu
“Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di mukabumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, kerana ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, kerana mereka melupakan hari perhitungan.” (Shad: 26)
“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi kerana Allah biarpun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu kerana ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan.” (An-Nisa’: 135)
3.Menegakkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (Al- Imran: 110)
4.Menjadi Suri Tauladan Yang Baik Bagi Masyarakat
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (Al-Ahzab: 21)
5.Mendorong Kerja Sama Dalam Memperjuangkan Kesejahteraan Bersama
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Al-Maidah: 2)
6.Mengukuhkan Tali Persaudaraan dan Kesatuan dan Persatuan
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu,lalu menjadilah kamu kerana nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Ali Imran: 103)
7.Akomodatif, Pemaaf, Merangkul Semua Golongan dan Mengedepankan Musyawarah Dalam Setiap Mengambil Keputusan Penting Untuk Masyarakat
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Kerana itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yangbertawakkal kepada-Nya.” (Ali Imran: 159)
8.Jujur dan Amanat
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (An-Nisa’ : 58)
Nabi SAW. bersabda:
Dari Abu Hurairah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW.: “Tiga golongan,Allah tidak akan berbicara, mensucikan dan melihat kepada mereka, dan bagi merekalah siksa yang pedih; orang tua pezina, pemimpin yang suka bohong dan orang miskin yang sombong.(HR. Muslim).
9.Berwawasan Dan Berpengetahuan Luas dan Mencintai Ilmu Pengetahuan
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Mujadilah: 11)
10.Teguh Pendirian, Tegar dan Sabar Dalam Menghadapi Ujian
“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”(Huud: 112)
“Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar.” (Al-Ahqaf: 35)
Tanggung Jawab Pemimpin
Begitu berat tanggung jawab setiap pemimpin, ia harus siap dan dapat mewujudkan perilaku yang termuat dalam kriteria di atas dalam hidup kesehariannya.Sehingga tercipta suatu keadaan dimana pemimpin mencintai dan memperjuangkan kepentingan rakyat, dan kerananya semua rakyat pun mencintai dan mendukung kepemimpinannya.
Rasulullah bersabda:
Dari Auf bin Malik al-Asyja’i ia berkata, aku telah mendengar Rasulullah SAW.bersabda: “Sebaik-baik pemimpinmu adalah orang-orang yang kamu semua mencintainya dan mereka semua mencintaimu, kamu semua mendoakan kesejahteraan buat mereka, dan mereka mendoakan kesejahteraan buat kamu. Dan seburuk-buruk pemimpinmu adalah orang-orang yang kamu semua membenci mereka dan mereka membenci kamu, kamu semua melaknati mereka dan mereka melaknati kamu”. Kami bertanya: “Ya Rasulullah apakah tidak sebaiknya kita singkirkan mereka? Rasulullah menjawab: “Jangan, selama mereka masih mendirikan shalat. Ketahuilah, barang siapa yang diberi kekuasaan, lalu masyarakat melihatnya menjalankan suatu perbuatan yang bermaksiat kepada Allah, hendaklah masyarakat membenci perbuatan penguasa yang bermaksiat ke pada Allah itu, dan janganlah ia menarik diri dari ketaatan (pada yang baik). (HR. Muslim, Ahmad, dan Ad-Daromi).
Kerana beratnya menciptakan keadaan kepemimpinan seperti di atas, Rasulullah SAW. melarang sahabatnya meminta-minta untuk menjadi pemimpin, khuatir sulit merealisasikan tanggung jawab ini.
Rasulullah SAW. bersabda:
Dari Abdurrahman bin Samrah berkata; telah bersabda Nabi SAW.: “Wahai Abdurrahman bin Samrah, janganlah kamu meminta untuk menjadi pemimpin, kerana sesungguhnya, jika engkau diberi jabatan kerana meminta maka engkau akan dibebani sebagai wakil atas jabatan itu, dan jika diberi jabatan dengan tanpa meminta, maka engkau akan ditolong dalam menjalankan tugas itu. Dan jika engkau bersumpah, lalu engkau melihat bahwa yang berlawanan dengan sumpah itu lebih baik, maka bayarlah kifarat atas sumpahmu, dan kerjakanlah apa yang engkau pandang lebih baik”. (HR.Bukhari).
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya, pemimpin hendaknya ikhlas dalam rangka beribadah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan berkomitmen untuk tidak mengkhianati amanat yang diberikan kepadanya. Ia tidak boleh melakukan rasuah, subahat dan mementingkan kroni-kroni yang mencacatkan atau merosakan tanggung jawab yang harus dipikulnya.
Rasulullah SAW. bersabda:
Dari Abi Hurairah RA. Berkata: “Rasulullah SAW. melaknat penyuap dan penerima suap dalam perkara hukum” HR. Ahmad dan al-Arba’ah. Imam Tarmidzi menganggap hadis ini hasan, dan Ibn Hiban menganggapnya sahih.
Dari Abi Hamid as Sa’idi sesungguhnya Rasullah SAW. mengangkat seorang pegawai, lalu selesai melaksanakan tugas datang mendatangi Rasulullah dan berkata:“Ya Rasulullah, harta ini untukmu (bahagian Negara) dan yang ini adalah hadiah yang aku terima”. Lalu Rasulullah bersabda kepadanya: “Mengapa engkau tidak duduk saja di rumah bapak dan ibumu,lalu engkau tunggu apakah engkau akan diberi hadiah ataukah tidak?!”. Kemudian selesai menunaikan shalat Isya’bersabda Rasulullah SAW.:“Amma ba’du, Ada apa dengan pegawai yang telah aku angkat ini, ia datang menemui kita dan berkata: “Harta ini bahagianmu (milik Negara), dan yang ini sebagai hadiah untukku”, Mengapa ia tidak duduk saja di rumah bapak dan ibunya, lalu ia menunggu apakah ada yang akan memberinya hadiah atau tidak?, Sungguh demi Dzat yang jiwaMuhammad ada dalam genggaman-Nya!, Janganlah salah seorang diantara kamu menyalahgunakan dari harta itu sedikitpun, kecuali ia akan datang pada hari kiamat dengan memikul harta itu, kalau harta itu berupa unta ia akan meringkik, kalau berupa sapi ia akan mengemoo, kalau ia berupa kambing, ia akan mengembek, aku telah menyampaikan berita ini”. Berkata Abu Hamid: Lalu Rasulullah menganglat tangannya,sehingga kami dapat melihat putih ketiaknya. (HR. Bukhari).
Kewajiban Rakyat Terhadap Pemimpin
Sebagai rakyat tugasnya adalah taat kepada perintah pemimpin sepanjang perintah itu dalam rangka mewujudkan tanggung jawabnya yang terkandung dalam kriteria disebutkan di atas tadi, yakni dalam upaya melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya.
Allah SWT. Berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (An-Nisa’: 59)
Batas ketaatan rakyat terhadap pemimpinnya adalah rakyat wajib mentaati semua perintah pemimpin selama pemimpin itu memerintahkan taqwa kepada Allah, sedangkan bila perintah itu untuk bermaksiat kepada Allah, maka gugurlah kewajiban untuk mentaatinya, dan muncul kewajiban baru yaitu nahi munkar ialah mencegah pemerintah dari menjalankan perbuatan maksiat tersebut.
Rasulullah SAW. bersabda:
Dari Ali RA. berkata: (Suatu hari ) Nabi SAW. mengutus bala tentera dan mengangkat seorang laki-laki Ansar sebagai komandan, dan Nabi memerintahkan kepada seluruh bala tentara untuk mentaati sang komandan. Suatu saat sang komandan marah kepada prajuritnya dan berkata: "Bukankah Nabi SAW. memerintahkan kalian semua untuk taat kepadaku?". Para prajurit menjawab: "Benar, komandan!". Komandan berkata: "Aku perintahkan kamu semua untuk mengumpulkan kayu bakar, lalu bakar ia dengan api, setelah itu masuklah kamu semua ke dalamnya!". Lalu para prajurit mengumpulkan kayu bakar dan menyalakannya. Tatkala mereka bermaksud untuk memasukinya, berdirilah setiap prajurit saling memandang diantara mereka, berkata sebahagian prajurit: "Sesungguhnya kita semua mengikuti Nabi SAW. kerana kita berlari dari api (neraka), apakah kita sekarang akan memasukinya?". Manakala mereka dalam keadaan demikian, padamlah api tadi, dan hilanglah marah sang komandan. Lalu kejadian itu dicertikan kepada Nabi SAW. dan Nabi bersabda: "Andaikan saja kamu semua memasuki api itu, pasti kamu tidak akan pernah keluar selamanya (mati dan masuk neraka). Sesungguhnya ketaatan kepada pemimpin itu adalah dalam hal yang Ma'ruf". (HR. Bukhari)
Allah berfirman: Dan janganlah kamu mentaati perintah orang-orang yang melewati batas, (Asy-syuara: 151)
Petunjuk Allah Dalam Memilih Pemimpin
Kerana alasan ini, kini saatnya kita berhati-hati untuk menentukan pilihan pemimpin yang dapat memenuhi kriteria di atas, dengan memperhatikan petunjuk Allah dalam memilih pemimpin, ialah:
Pilihlah Pemimpin Yang Seakidah dan Memenuhi Kriteria Pemimpin
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. (Al-Maidah: 51)
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi Kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yangberiman. (Al-Maidah: 57)
2. Pilihlah Pemimpin Yang Mengajak Bertaqwa Kepada Allah dan Jangan MemilihPemimpin Yang Mendorong Bermaksiat Kepada-Nya Meskipun Ia Keluarga Kita.
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (At-Taubah: 23).
Kesalahan dalam memilih pemimpin dapat menyebabkan penyesalan dikemudian hari.
Dan mereka berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menta'ati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar). (Al-Ahzab: 67)